Minggu, 12 April 2009

GLOBAL WARMING HOAX!!!

Global Warming Hoax dan Kiamat 2012 ???


Sebelum kita selami tulisan ini, mari baca beberapa fakta berikut:


1. Dalam kadar maksimal, hanya 3 % gas karbondioksida (CO2) yang dihasilkan umat manusia. Jumlah CO2 dalam udara saat ini menyerap hampir semua radiasi yang ada. Jadi, tak ada hubungan antara kaitan jumlah kadar CO2 dan radiasi.

2. 17.000 orang ilmuwan telah menandatangani sebuah petisi yang menyatakan bahwa CO2 yang dihasilkan manusia bukan penyebab pemanasan global. Peningkatan kadar CO2 sebanyak 30 % persen di atmosfir kita dalam 100 tahun terakhir adalah akibat kenaikan temperature laut yg disebabkan meningkatnya aktivitas vulkanik dan tektonik.

3. Film “An Inconvenient Truth”-nya Al Gore yang mengulas soal hubungan antara kadar CO2 dengan pemanasan global adalah film sesat yang menyesatkan. Satu-satunya informasi yang benar dalam film tersebut hanya bahwa peningkatan temperatur air laut akan memicu kemunculan Zaman Es dalam waktu sekejap.

4. Peningkatan aktivitas vulkanik dan tektonik telah memicu banyak terjadinya bencana alam di dunia. Tercatat bahwa sejak medio 1970-an, jumlah bencana alam yang terjadi di planet ini meningkat sebesar 410 %.

5. Pemanasan global di bumi silahkan dijustifikasi dengan menyalahkan manusia sebagai penyebab peningkatan emisi CO2, tapi bagaimana dengan pemanasan di matahari? Perlu diketahui pula bahwa suhu matahari pun ternyata telah meningkat dalam kurun 50 tahun terakhir. Jelas bahwa pemanasan suhu matahari tak ada kaitannya dengan emisi CO2 di bumi.


kesimpulan:


1. Pemanasan global terkait erat dengan peningkatan suhu air laut.

2. Suhu air laut meningkat akibat peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik.

3. Peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik juga memicu banyak terjadinya bencana alam semacam letusan gunung berapi dan gempa juga gelombang tsunami.

4. Dengan demikian, (berdasarkan simpulan 1-3 di atas), semua fenomena ini berhubungan dengan peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik.


Nah dari berbagai simpulan tersebut, hasilnya ialah sebuah pertanyaan:


Apa yang menyebabkan peningkatan aktivitas tektonik dan vulkanik?



99% dari semesta kita ini dibangun dari konsentrasi plasma yang tersusun hingga ke level atom. Sebuah planet, seperti Bumi, merupakan konsentrasi plasma yang memiliki kepadatan tertentu. Demikian pula benda langit lainnya, semua merupakan konsentrasi plasma dalam tingkat kepadatan tertentu. Ketika suhu di planet ini, dan juga matahari, berubah secara drastis, ini berarti bahwa ada perubahan konsentrasi elektris pada energi plasma di tata surya kita.

Perlu diketahui, perubahan ini tidak hanya terjadi di bumi saja, tapi juga pada semua planet. Setiap planet di tata surya kita mengalami peningkatan aktivitas dan perubahan cuaca.

Dr.Dmitriev menyatakan bahwa planet-planet lain juga mengalami perubahan. Misalnya, atmosfir di Mars kini semakin tebal, begitu juga di Bulan. Kini ada lapisan Natrium setebal 6000 kilometer yang sebelumnya tak pernah ada.

Satu-satunya penjelasan ilmiah yang masuk akan ialah bahwa konstelasi dan konsentrasi plasma ini bisa terganggu karena adanya sebuah benda dengan kepadatan plasma besar yang berada di dekat tata surya kita. Nah, benda apakah itu?

Pada tahun 1970-an, seorang arkeolog bernama Zecharia Sitchin menerbitkan sebuah buku terjemahan dari sebuah manuskrip Sumeria kuno. Buku itumengulas masalah konstelasi planet-planet dalam tata surya. Syahdan, di tata surya ini sebenarnya ada 12 buah planet (bukan 8 planet seperti yang kita kenal selama ini) namun mengapa kita hanya bisa mengamati 8 planet? Ini tak lain karena ada planet-planet dalam tata surya yang jalur lintasannya sangat panjang dalam bentuk eliptik-vertikal.

Manuskrip Sumeria tersebut kemudian menyebut sebuah [B]planet bernama Nibiru.[/B] Dalam perhitungan bangsa Sumeria kuno, kala revolusi Nibiru berada pada kisaran 3600 tahun bumi. Berarti, setiap satu kali dalam 3600 tahun, Nibiru bergerak mendekati objek lintasan eliptik bumi.

Manuskrip yang diterjemahkan Sitchin menyebut bahwa kedatangan planet tersebut selalu menjadi awal dari kehancuran bumi. Dalam bahasa ilmiah, bisa disimpulkan bahwa karena konsentrasi kepadatan plasmanya itu, Nibiru memengaruhi aktivitas vulkanik dan tektonik bumi seperti yang sedang kita rasakan saat ini. Semua fenomena macam ini pernah terjadi di masa lalu sebagai akibat dari masuknya Nibiru ke dalam jalur lintasan revolusi bumi. Dan segala fenomena ini selalu berujung pada masuknya bumi kepada zaman es.

Selama ini, berdasarkan pelajaran-pelajaran di sekolah, kita selalu meyakini bahwa zaman es di bumi ini hanya terjadi satu kali. Yakni pada masa pasca punahnya dinosaurus. Pada kenyataannya, zaman es ini pernah terjadi berkali-kali di bumi. Dan setiap zaman es, selalu didahului oleh feomena macam ini.

Pada pengkajian-pengkajian awal tentang kosmologi-astronomi, diketahui bahwa Bumi pada masa lalu pernah menempati posisi lebih dekat dengan matahari. Hari-hari di bumi lebih singkat, lebih panas, dan karenanya seluruh manusia yang hidup di bumi pada saat itu pun berkulit gelap akibat kadar melanin yang tinggi.

Ketika itu, planet yang lebih kondusif dari sisi iklim, atmosfir, dan jarak dengan matahari adalah Mars. Namun kemudian Jupiter berubah haluan dari luar tata surya dan masuk ke lintasan orbit matahari. Akibatnya, jarak bumi menjauh dari matahari. Peristiwa ini yang kemudian ditengarai memengaruhi banyak hal, seperti warna kulit manusia ras tertentu, lama hari.

Pada tahun 2001, beberapa astronom amatir dan obsevatorium non-pemerintah sempat berhasil melihat sebuah benda langit semacam planet yang pergerakannya mendekati orbit bumi. Para astronom amatir tersebut kemudian menamakannya ‘Planet X’

Namun lembaga-lembaga astronomi terkemuka semacam NASA kemudian membantah hal tersebut dan menyatakannya sebagai Hoax atau bualan semata. Akan tetapi sejak saat itu, banyak observatorium yang tiba-tiba saja tertutup untuk umum. Ada pula yang tetap buka, namun para petugasnya tak mau mengarahkan teleskop ke konstelasi bintang Orion. Berbagai alasan dibuat, supaya orang tak mempercayai fakta mencengangkan ini. Fakta tentang Planet X. Adler Planetarium & Astronomy Museum in Chicago maupun Hayden Planetarium di Rose Center for Earth and Space, New York seringkali tertutup untuk umum, dengan berbagai alasan. Demikian pula beberapa obsevatorium terkemuka di banyak negara lainnya. Lalu tiba-tiba, ada banyak pegawai NASA yang diam-diam membuat “home dome” atau rumah dengan konstruksi khusus, yang tahan topan badai, tahan gempa dan angin tornado. Ada apa ini sebenarnya?

Banyak yang meyakini bahwa Planet X dan Nibiru merujuk kepada benda langit yang sama, yang sekarang ini sedang bergerak mendekati lintasan orbit bumi. Menurut Sitchin, berdasarkan perhitungan dari manuskrip Sumeria kuno yang diterjemahkannya, Planet Nibiru ini akan berada dalam posisi yang sangat dekat sekali dengan bumi pada sekitar 21 Desember 2012.

Kita perlu memahami sejak saat ini bahwa Nibiru atau Planet X ini memang niscaya ada. Ya, benda ini benar-benar ada dan memang sedang bergerak mendekati bumi berdasarkan aneka fenomena alam yang terasa makin aneh ini.

Pertanyaan saya sekarang ialah:


1. Karena Nibiru atau Planet X ini sedang bergerak mendekati bumi, akankah Nibiru atau Planet X ini bertabrakan dengan bumi?

2. Benarkah perhitungan Sitchin bahwa peristiwa tersebut akan terjadi pada 21 Desember 2012.

3. Bilamana Nibiru atau Planet X hanya lewat di sekitar orbit bumi, tidak bertabrakan, dampak apakah yang akan terjadi kepada bumi dan segala isinya? Akankah kita kembali ke zaman es?

4. (Poin ini yang paling membuat saya sedih) bilamana kita kembali ke zaman es, para ilmuwan Rusia yang dipimpin Dr. Andrei Shukshin memperkirakan bahwa 2/3 penduduk bumi akan punah –meninggal secara massal. Akan seperti apakah kehidupan manusia nantinya?


Ketika saya sedang merenungkan berbagai pertanyaan tersebut, saya lalu teringat kepada hadits nabi tentang kiamat.

Rasulullah Saw menyebut-nyebut bahwa perang besar antara umat Islam dengan Yahudi akan terjadi sebelum kiamat. Beberapa hadits Rasulullah Saw menyebut bahwa perang itu akan terjadi dengan menggunakan pedang, panah, dan berkuda –layaknya perang zaman dulu.

Jadi mungkin setelah zaman es akibat lintasan orbit Planet X itu, kita akan kembali ke zaman perundagian, zaman batu, dan zaman logam, sehingga nubuat Rasulullah Saw tentang peperangan besar Islam Vs. Yahudi itu terpenuhi. Wallaahu‘alam.

sumber : mahardhikazifana.wordpress.com/2008/10/24/global-warming-hoa x-dan-kiamat-2012/#more-389

Jumat, 27 Maret 2009

RAMALAN BUMI!

Sebuah asteroid raksasa sedang menuju Bumi dan dapat menabrak Bumi tahun 2014. Para astronom Amerika Serikat telah memperingatkan hal tersebut pada monitor ruang angkasa Inggris.

Tetapi bagi mereka yang mengkhawatirkan kejadian "Armageddon" tidak perlu terlalu khawatir karena kemungkinan menjadi bencana besar hanya satu dalam 909.000 kasus.

Asteroid "2003 QQ47" akan terpantau lebih dekat dalam dua bulan ke depan. Kemungkinan tabrakan terjadi 21 Maret 2014, tetapi para astronom mengatakan resiko pengaruh tabrakan kemungkinan berkurang dengan semakin banyaknya data yang terkumpul.

Mengenai dampaknya, tabrakan itu memiliki efek yang setara dengan 20 juta bom atom Hiroshima, ujar seorang juru bicara Pusat Informasi Obyek yang Mendekati Bumi Pemerintah Inggris.

Pusat Informasi itu mengeluarkan peringatan tentang asteroid setelah batu raksasa pertama kali diamati di New Mexico oleh Program Riset Asteroid yang Mendekati Bumi di Lincon. "Objek yang mendekati bumi akan dapat diamati dari Bumi dalam dua bulan mendatang dan para astronom akan terus mengamatinya selama periode ini," ujar Dr. Alan Fitzsimmons, salah seorang pakar yang menjadi penasehat Pusat Informasi tersebut.

Asteroid seperti 2003 QQ47 merupakan bongkahan batu yang terhempas dari formasi sistem tata surya 4,5 miliar tahun lalu. Sebagian besar berada pada jarak yang aman dari Bumi di daerah asteroid antara Mars dan Yupiter.

Tetapi pengaruh gravitasi dari planet besar seperti Yupiter dapat mendorong asteroid keluar dari orbit aman dan mengirim mereka terjun ke arah Bumi.
materi referensi:

4 jam Tanpa LisTrik buaT bumi kita!

4 Jam Tanpa Listrik Demi Bumi

Bisakah kita mematikan semua peralatan listrik kita baik itu lampu, kulkas, TV, peralatan audio, AC begitu juga handphone selama 4 jam saja? Jika ini dilakukan semua orang berapa penghematan listrik yang kita dapatkan? Dengan penghematan listrik ini bisa saja kita tanpa sadar telah ikut berpartisipasi dalam penyelamatan bumi ini dari ancaman pemanasan global.

Kampanye mematikan peralatan listrik selama 4 jam inilah yang sedang dilakukan oleh Kolaborasi NGO Bali Untuk Perubahan Iklim. Kolaborasi yang terdiri dari Walhi Bali, Bali Organic Association (BOA), Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH), Yayasan Wisnu, dan Third World Network (TWN) mengajak kita untuk mematikan peralatan listrik yang kita miliki selama 4 jam yaitu mulai dari pukul 10:00 sampai dengan 14:00 WITA atau 09:00 sampai dengan 13:00 WIB pada tanggal 21 Maret 2008.

Kampanye ini dilaksanakan bertepatan dengan peringatan hari Air Se-Dunia yang jatuh pada tanggal yang sama dan masih merupakan rangkaian dari kampanye "World Silent Day" yang dikemukakan selama Konferensi PBB Tentang Perubahan Iklim yang diselenggarakan di Bali beberapa bulan yang lalu. World Silent Day merujuk pada Perayaan Nyepi di Bali yang ternyata berdasarkan hitungan kotor mampu mengurangi pembuangan emisi karbon di langit Bali berkisar sebanyak 30.000 ton pada hari itu.

Beberapa kalangan di Bali menyambut baik kampanye ini dan siap mendukung demikian pula praktisi pariwisata. Djinaldi Gozana yang Direktur Eksekutif Bali Hotel Association menyatakan mendukung sekali kampanye ini tetapi seharusnya dikampanyekan lebih awal karena diperlukan setahun agar pengusaha hotel-hotel bisa benar-benar mempersiapkan diri. Sebab tentu peralatan listrik tidak bisa dimatikan jika di hotel mereka sedang ada konferensi dan lain-lain.

Pada prinsipnya kampanye yang masih bertema "Silent Day" mengajak orang secara individu untuk melakukan penghematan secara nyata walaupun hanya 4 jam. Jika kita mampu untuk menahan diri tidak menghidupkan peralatan listrik selama 4 jam ini tentunya penghematan secara kontinyu lebih gampang kita lakukan.

Namun kembali lagi kepada masing-masing individu apakah mau mengikuti ajakan ini. Nah, bagaimana dengan teman-teman??

Tipz n Trik bRenTi ngRokok~

TIPS STOP MEROKOK

Memulai sesuatu adalah hal paling sulit untuk dilakukan oleh semua orang. Begitu juga dengan stop merokok. Jadi, jika Anda berniat untuk segera memulai stop merokok, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan:

1. Buat komitmen dengan diri Anda sendiri untuk stop merokok.
2. Cari motivasi atau inspirasi Anda untuk stop merokok. Mungkin demi keluarga atau demi kesehatan.
3. Mintalah orang-orang terdekat seperti teman dan keluarga untuk mendukung dan mengingatkan Anda ketika keinginan merokok datang.
4. Temui dokter dan konsultasikan niat Anda untuk stop merokok.
5. Tetapkan tanggal stop merokok Anda. Beritahukan orang-orang terdekat dan dokter untuk mengingatkan Anda.
6. Carilah program-program dukungan stop merokok untuk membantu Anda.
7. Singkirkan semua hal yang dapat mendorong atau mengingatkan Anda untuk merokok seperti korek, asbak dan rokok.

ManFaaT nya brenTi ngRokok!

KESEHATAN YANG LEBIH BAIK
Kesehatan adalah aset Anda yang paling berharga. Berdasarkan data yang terkumpul antara tahun 1995 dan 1999, Centers for Disease Control (CDC) memperkirakan perokok dewasa pria rata-rata kehilangan 13.2 tahun dari kehidupannya dan perokok dewasa wanita rata-rata kehilangan 14.5 tahun dari kehidupannya karena merokok. Oleh karena itu, stop merokok sekarang juga.

Risiko-risiko kesehatan akibat merokok sebenarnya disebabkan oleh bahan-bahan lain yang ditemukan dalam rokok Anda. Contohnya, rokok tembakau mempunyai lebih dari 4000 bahan kimia berbahaya dan 250 diantaranya dapat menyebabkan kanker. Berikut ini beberapa dampak dan risiko penyakit akibat rokok:

* Kanker paru-paru, kanker mulut, kanker usus, kanker ginjal, kanker mulut rahim, kanker darah, kanker tenggorokan, kanker pankreas dan kanker kandung kemih.
* Penyakit jantung: serangan jantung dan stroke.
* Gangguan saluran pernapasan: Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK), infeksi paru (pneumonia) dan asma.
* Pada kehamilan dan persalinan: berat badan lahir rendah, komplikasi kehamilan, infertilitas dan kematian janin secara mendadak.
* Lain-lain: luka lama sembuhnya, tulang pinggul retak, densitas tulang yang rendah dan katarak.

suLiT menghentikan merokok?

MEROKOK SEBAGAI RUTINITAS
Bagi perokok, merokok adalah bagian dari rutinitas sehari-hari bahkan menjadi suatu kebiasaan. Apakah Anda juga salah satunya? Banyak hal yang dapat memicu seseorang untuk merokok. Apakah Anda merokok setelah bangun pagi, sambil minum kopi, setelah makan siang, atau ketika berbicara di telepon? Itu adalah sebuah bukti bahwa merokok sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Melihat orang lain merokok pun dapat menjadi pemicu Anda untuk menyalakan sebatang rokok.

Jika Anda memang berniat untuk stop merokok, lakukanlah langkah pertama Anda dengan mengenali pemicu-pemicu tersebut dan konsultasikan ke dokter. Merokok bukan hanya sekedar rutinitas semata. Tahukah Anda bahwa rutinitas merokok adalah suatu bentuk ketergantungan nikotin!

penyebab SITU BINTUNG krn ulah manusia???

Aan Rukmana, dosen Jurusan Falsafah dan Peradaban, Universitas Paramadina mengatakan alam pada dirinya adalah baik. Demikian pun Situ Gintung. Menurutnya, alam tidak pernah salah pada dirinya. Kesalahan alam terjadi dalam relasinya dengan sesuatu di luar dirinya, yaitu manusia.

Dalam kaitannya dengan manusia itulah, lanjut Aan, Situ Gintung menjadi jahat. Dengan demikian, konsep kejahatan Situ Gintung muncul dalam relasinya dengan manusia. Jebolnya tanggul, dari sudut pandang alam sendiri, sebenarnya baik, karena alam boleh jadi sedang melakukan peremajaan. Namun, dalam kaca mata manusia justru sebaliknya, jahat.

Kejahatan, menurut Aan, tidak memiliki eksistensi dan karena itu kejahatan menjadi tidak ada. Yang eksis adalah yang baik. Bencana alam, menurut Aan, adalah eksis. Namun, kebaikan itu menjadi jahat dalam relasinya dengan manusia. “Kalau manusia melihat konteks bencana Situ Gintung dari kaca mata dirinya (manusia) tentu itu menjadi kejahatan,” paparnya.

Namun, kejahatan itu tidak mutlak, karena kejahatan itu terkait dengan manusia sendiri. Untuk itulah, Aan menekankan tentang pentingnya dimensi tanggung jawab manusia terhadap alam. “Bagaimanapun, manusia bertanggung jawab terhadap alam karena alam pada dirinya adalah baik,” imbuhnya.

Tanggul Situ Gintung, menurut Aan, merupakan hasil dari usaha manusia. Dengan pembuatan tanggul itu manusia memanfaatkan air yang ada di dalamnya, baik untuk kepentingan wisata, irigasi dan lain-lain. Tetapi, usaha manusia itu tidak ditindaklanjuti dengan penjagaannya sebagai dimensi tanggung jawab manusia atas alam. “Penjagaan itu tidak dilakukan alias lalai,” tegas Aan.

Karena mansia lalai atas dimensi tanggung jawabnya terhadap alam, manusia sendirilah yang menjadi korban. “Tapi itu bukan salah alam. Bagaimanapun juga alam menjadi jahat karena ulah manusia juga,” pungkasnya. ”Karena itu, janganlah bermain-main dengan alam.”

Sedangkan penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung, disinyalir akibat usianya yang sudah tua. Pasalnya, tanggul yang berdekatan dengan kompleks perumahan Cirendeu Permai Tangerang itu, sudah ada sejak zaman Belanda.

Menurut Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane, Sutoyo Subandrio Pitoyo, ketika hujan berlangsung seharian pada Kamis (26/3), yakni dari pukul 16.00-21.00 WIB, warga setempat sudah memberitahu akan kondisi tanggul. Bahkan di sebelah hulu tanggul terjadi hujan es. “Kemudian terjadi kenaikan muka air yang cepat. Kemudian air terus naik sehingga tanggul tidak mampu mengalirkan air ke luar,” ujarnya.

Selain itu, ujar Suroyo, di sisi lain tekanan terus-menerus terjadi sehingga menyebabkan gerusan. Kemudian bendungan pun longsor dan roboh. Urukan jenis apapun, bisa jebol jika terjadi limpasan. “Karena hujan deras sehingga bendungan yang dibuat pada zaman belanda tidak mampu menampung air,” paparnya.

Luas danau Situ Gintung 21 hektar. Dapat dipastikan lebih dari satu juta debit air yang tumpah ke perumahan Cirendue. “Debit air selama hujan bertambah. Lama-kelamaan, danau ini tidak menahan debit air sehingga akhirnya jebol," ucapnya. Korban meninggal dunia hingga saat ini sudah mencapai 43 orang. [I4]